Rabu, 31 Agustus 2011

Indahnya Silaturahmi

Oleh: KH Abdullah Gymnastiar
Eramuslim.com:Idul Fitri merupakan hari kemenangan umat Islam kembali kepada fitrahnya, setelah digembleng selama sebulan penuh dengan ibadah puasa. Umat Islam mengisinya dengan berbagai akitifitas, di antaranya silaturahmi.
Bersilaturahmi memang mulia, namun, tetap mesti diperhatikan bahwa bersilaturahmi bisa tercampur dengan rasa ujub dan saling membanggakan diri, terutama dengan aksesoris duniawi yang dikenakan.

Semestinya silaturahmi dipenuhi dengan banyak bertaubat akan dosa yang pernah kita lakukan, khususnya kepada sesama, dan sangat disayangkan apabila silaturahmi ternoda dengan kemaksiatan yang kita lakukan. Teruslah mengevaluasi diri tentang berapa banyak dosa yang kita lakukan karena sesungguhnya aksesoris duniawi harta, penampilan, pangkat, gelar dan jabatan adalah topeng semata.

Sesungguhnya Allah Al-Bashir, Allah Maha Melihat dan tidak ada yang tersembunyi. Allah tidak akan pernah membiarkan kita sendiri dan Allah sesungguhnya mengurus diri kita dan amat dekat. Tidak ada kebaikan dan kemaksiatan kita yang luput dari catatan-Nya. Dengan yakin bahwa Allah Maha Melihat dan selalu merasa Allah menatap kita, maka akan banyak manfaatnya terutama terkait dengan acara-acara pertemuan seperti halal bi halal. Akan semakin terjaga juga lisan dan perbuatan kita jika senantiasa berupaya mengingat Allah. Allah akan menggolongkan kita menjadi hamba Allah yang sangat sibuk dengan tatapan Allah SWT.

Indahnya bersilaturahmi karena bisa mengikis kebencian dan rasa permusuhan di antara sesama. Dua sikap buruk ini akan membuat hati gelisah dan pergaulan masyarakat tidak sehat. Perhatikan keluarga kita, jika terdapat anggota keluarga yang tidak saling tegur sapa, saling menjauhi, maka tentunya rahmat Allah akan di jauhkan dari rumah tersebut. Dalam skala yang lebih luas, dalam lingkup sebuah bangsa, bila di dalamnya sudah terdapat kelompok yang saling jegal, saling fitnah, atau saling menjatuhkan, maka dikhawatirkan bangsa tersebut akan semakin jauh dari rahmat dan pertolongan Allah SWT.

Dari sini bisa kita pahami kenapa Rasul saw tidak menoleransi sekecil apapun perbuatan yang bisa menimbulkan perpecahan dan permusuhan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Berhati-hatilah kalian terhadap prasangka, sebab prasangka itu sedusta-dustanya cerita. Jangan pula menyelidiki, mematai-matai, dan menjerumuskan orang lain. Dan janganlah saling menghasud, saling membenci, dan saling membelakangi. Jadilah kalian sebagai hamba Allah yang bersaudara” (HR Bukhari Muslim).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KOMITMEN MUSLIM SEJATI – FATHY YAKAN Komitmen Muslim Sejati karya Fathi Yakan ini terbagi dalam dua bagian. Bagian pertama memaparkan ...