KOMITMEN MUSLIM SEJATI – FATHY YAKAN
Komitmen
Muslim Sejati karya Fathi Yakan ini terbagi dalam dua bagian. Bagian pertama
memaparkan karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang muslim sehingga ia
benar-benar menjadi muslim sejati. Sedangkan bagian kedua memapatkan tentang
kewajiban memperjuangkan Islam dan berafiliasi kepada pergerakan Islam.
PADA BAGIAN
PERTAMA, sang penulis menggugah pengakuan keislaman kita. Ia menulis seperti
ini:
Pengakuan
sebagai muslim bukanlah klaim terhadap pewarisan, bukan klaim terhadap suatu
identitas, juga bukan klaim terhadap suatu penampilan lahir, melainkan pengakuan
untuk menjadi penganut Islam, berkomitmen kepada Islam, dan beradaptasi dengan
Islam dalam setiap aspek kehidupan.” (hal.15)
Sebagai
muslim, kita harus sadari bahwa iman bukanlah warisan yang kita dapatkan dari
orang tua kita. Ataukah dari faktor lingkungan dimana kita berada. Tapi
keimanan adalah kesadaran terdalam diri kita atas penciptaan kita dan kewajiban
untuk menjadi abdi, hamba kepada Dia, ALLAH yang menciptakan kita.
Menurut
penulis buku ini, karakteristik yang harus kita miliki untuk menjadi muslim
sejati adalah sebagai berikut:
- SAYA HARUS MENGISLAMKAN AKIDAH
SAYA
Konsekuensi
dari hal ini, maka kita harus:
- Meyakini bahwa ALLAH Maha
Pencipta, Maha Tahu, Maha Kuat, dan harus disembah
- Meyakini bahwa ALLAH
menciptakan alam semesta ini tidaklah secara sia-sia
- Meyakini bahwa ALLAH mengutus
para rasul dan menurunkan kitab-kitab untuk mengenalkan manusia kepada
pengetahuan tentang Dia, tujuan penciptaan mereka, awal kejadian, dan
tempat kembali nanti
- Meyakini bahwa tujuan
keberadaan manusia adalah untuk mengenal ALLAH
- Meyakini bahwa balasan bagi
orang mukmin yang taat adalah surga, sedangkan yang kafir adalah neraka
- Meyakini bahwa manusia
melaksanakan kebajikan dan kejahatan dengan ikhtiar dan kehendaknya, akan
tetapi ia tidak bisa melaksanakan kebaikan kecuali dengan taufik dan
pertolongan ALLAH
- Meyakini bahwa menetapkan
syariat merupakan hak ALLAH yang tidak boleh dilanggar
- Mengetahui nama-nama dan
sifat-sifat ALLAH yang selaras dengan keangungan-Nya
- Bertafakkur mengenai ciptaan
ALLAH, bukan mengenai dzat-Nya
- Meyakini bahwa pendapat para
salaf lebih utama untuk diikuti, khususnya dalam persoalan takwil dan
ta’thil serta menyerahkan pengetahuan mengenai makna-makna ini kepada
ALLAH
- Menyembah ALLAH tanpa
menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun
- Takut kepada-Nya dan tidak
takut kepada selain-Nya
- Mengingat-Nya dan senantiasa
mengingat-Nya.
- Mencintai ALLAH dengan
kecintaan yang menjadikan hati senantiasa merindukan keagungan-Nya
- Bertawakkal kepada ALLAH dalam
segala keadaan dan menggantungkan diri kepada–Nya dalam segala urusan
- Bersyukur kepada-Nya atas
segala nikmat-Nya yang tak terhitung
- Beristigfar memohon ampunan-Nya
- Senantiasa menyadari pengawasan
ALLAH dalam keadaan sendiri maupun di tengah-tengah manusia
Doktor
Brill, seorang ilmuwan barat mengatakan,
Seorang
agamis sejati tidak akan pernah menderita sakit jiwa.
Dale
Carnegie mengatakan,
Para dokter
jiwa mengetahui bahwa keimanan yang kuat dan keteguhan memegang ajaran agama
memberikan jaminan untuk mengatasi kerisauan dan kegelisahan serta menyembuhkan
berbagai macam penyakit.
2. SAYA
HARUS MENGISLAMKAN IBADAH SAYA
Dalam
Adz-Dzariyat ayat 56, ALLAH berfirman,
”Dan
tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”
Konsekuensi
dalam point kedua ini maka kita harus :
- Beribadah dengan khusyuk
sehingga bisa menghayati kehangatan komunikasi dengan ALLAH
- Sepenuh hati dalam beribadah
- Tamak dari beribadah, tidak
pernah merasa puas
- Memiliki keinginan besar untuk
melaksanakan qiyamullail (shalat malam). Firman ALLAH dalam Al-Muzammil 6,
”Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan
bacaan di waktu itu lebih berkesan.”
- Menyediakan waktu untuk membaca
dan merenungkan firman ALLAH dalam Al-Qur’an. Rasulullah bersabda,
“Seutama-utama ibadah umatku adalah membaca AL-Qur’an.” (HR.Abu Na’im,
dalam Fadhailul Qur’an)
- Doa harus menjadi tanggaku
dalam memohon kepada ALLAH dalam setiap keadaan.
Firman
ALLAH, “…Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenan-kan bagimu.”
3. SAYA
HARUS MENGISLAMKAN AKHLAK SAYA
Dalam sebuah
hadits yang diriwayatkan Ahmad, Rasululllah bersabda,
”Sesungguhnya
Aku diutus oleh ALLAH untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
Suatu waktu,
seperti yang diriwayatkan Ahmad, Rasulullah ditanya,
”Apakah
agama itu?”
Beliau menjawab, ”Akhlak yang baik.”
Kemudian beliau ditanya tentang kesialan. Beliau menjawab, “Akhlak yang buruk.”
Beliau menjawab, ”Akhlak yang baik.”
Kemudian beliau ditanya tentang kesialan. Beliau menjawab, “Akhlak yang buruk.”
Diantara
sifat yang seyogianya terdapat pada seorang muslim sejati adalah:
- Bersikap wara’ (hati-hati)
terhadap syubhat
- Menahan pandangan (ghadul
bashar)
- Menjaga lidah
- Malu (haya’)
- Pemaaf dan sabar
- Jujur
- Rendah hati
- Menjauhi prasangka, ghibah, dan
mencari cela sesama muslim
- Dermawan dan pemurah
- Menjadi teladan yang baik
4. SAYA HARUS
MENGISLAMKAN KELUARGA DAN RUMAH TANGGA SAYA
Dalam
At-Tahrim ayat 6, ALLAH berfirman,
”Hai
orang-orang yang beriman, peliharah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang
bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang
kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai ALLAH terhadap apa yang
diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
Beberapa hal
yang ditekankan dalam bagian ini adalah:
- Tanggungjawab pernikahan
- Pernikahan harus dilaksanakn
semata-mata karena ALLAH
- Hendaklah salah satu tujuan
pernikahanku adalah menahan pandangan, memelihara kemaluan, dan bertakwa
kepada ALLAH
- Memilih istri dengan
sebaik-baiknya. Rasulullah bersabda, “Hendaklah kalian memilih untuk
nutfah kalian, karena gen itu dapat menurun (niza’).”
- Memilih wanita yang berakhlak
dan beragama
- Berhati-hati jangan sampai
melanggar perintah ALLAH dalam pernikahan
2. Tanggungjawab
pasca pernikahan
- Bersikap baik dan menghargai
istri agar tumbuh kepercayaan antara satu dan lainnya. Rasulullah
bersabda, ”Sebaik-baik kamu adalah yang terbaik kepada istrinya, dan aku
adalah yang terbaik di antara kalian terhadap istriku.” (HR.Ibnu Majah dan
Hakim)
- Jangan sampai hubungan dengan
istri hanya sebatas ranjang dan nafsu. Lebih penting lagi adalah
kesesuaian dalam pemikiran, spiritual dan emosi. ALLAH berfirman dalam
Thaha ayat 132, “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat
dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.”
- Hubungan dengan istri dengan
tuntunan syara’. Rasul bersabda, “Tidaklah seseorang menuruti istrinya
dalam hal yang diinginkan nafsunya, kecuali ALLAH pasti menelungkupkan
wajahnya di neraka.” Dalam kesempatan lain, beliau berkata, “Sungguh
celaka budak istri.”
3.
Tanggungjawab bersama dalam mendidik anak
Pada
hakikatnya, buah yang diharapkan dari terbentuknya rumah tangga muslim adalah
memunculkan keturunan yang shaleh.
Dalam
Al-Furqan, ayat 74, ALLAH berfirman,
“Ya Rabb
kami, anugerahkanlah kepada kami istri kami dan keturunan kami sebagai
penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang
bertakwa.”
Rasulullah
bersabda,
“Tiap anak
dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya
Yahudi, Nasrani atau Majusi.” (HR. Muttafaq ilaih)
Selain itu, Rasul
juga berkata,
”Tidaklah
seorang ayah memberi kepada anaknya suatu pemberian yang lebih utama daripada
adab yang baik.” (HR. Tirmidzi)
5. SAYA
HARUS MENGALAHKAN NAFSU SAYA
ALLAH
berfirman,
”Dan demi
jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka ALLAH mengilhamkan kepada jiwa
itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya, beruntunglah orang yang
menyucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.”
(Asy-Syams: 7-10)
Beberapa hal
yang dibahas dalam point kelima ini adalah:
- Sifat-Sifat Manusia
Dalam
pergulatan melawan hawa nafsu, manusia terbagi menjadi beberapa tipe:
- Yang dikalahkan oleh nafsu
mereka.
Mereka cenderungan pada kehidupan dunia. Mereka adalah orang-orang kafir
yang melupakan ALLAH.
- Yang bersungguh-sungguh
memerangi nafsunya. Terkadang menang, terkadang kalah. Mereka
berbuat kesalahan, tetapi kemudian bertaubat.
ALLAH
berfirman,
”Dan (juga)
orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri
sendiri, mereka ingat akan ALLAH, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka
dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain ALLAH? Dan merekatidak
meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (Ali-Imran:135)
Rasulullah
bersabda,
”Setiap anak
Adam banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang banyak melakukan
kesalahan adalah orang-orang yang banyak bertaubat.” (HR.Ahmad dan Tirmidzi)
Relevan
dengan hadits ini, ada sebuah riwayat dari Wahab bin Munabih. Ia berkata,
“Sesungguhnya
Iblis pernah berjumpa dengan Yahya bin Zakaria. Lalu, Yahya bin Zakaria berkata
kepadanya, “Beritahulah aku tentang karakter anak Adam dalam pandangan kalian!”
Iblis
menjawab, “Segolongan dari mereka adalah orang-orang sepertimu yang maksum.
Kami sama sekali tidak mampu berbuat apa-apa untuk menggoda mereka. Golongan
kedua adalah orang-orang yang di tangan kami ibarat sebuah bola yang ada di
tangan anak-anak kalian. Keadaan diri mereka sendiri telah memberi peluang bagi
kami, sehingga kami tidak perlu bersusah-susah menggoda mereka. Dan golongan
ketiga adalah orang-orang yang paling menyulitkan kami. Kami selalu mendatangi
mereka, tetapi setelah kami memperoleh apa yang kami hajatkan darinya, lantas
ia tiba-tiba beristigfar memohon ampun sehingga istigfar itu merusak apa yang telah
kami peroleh darinya. Jadi, kami tidak pernah putus asa menggodanya, tetapi
kami juga tidak pernah mendapatkan apa yang kami perlukan darinya.”
2. Perangkat-Perangkat
untuk Memenangkan Pertarungan Melawan Hawa Nafsu
- Hati. Ali bin Abi Thalib berkata, ”Sesungguhnya
ALLAH memiliki bejana di bumi-Nya, yaitu hati. Maka, hati yang paling
dicintainya adalah hati yang paling lembut, jernih dan kukuh.”
- Akal. Rasulullah bersabda,
“Barangsiapa dikehendaki baik oleh ALLAH, niscaya Ia memahamkannya
mengenai agama.” (HR.Muslim)
3.
Indikasi-Indikasi Kekalahan Akhlak
Fathi Yakan
menulis,
”Sesungguhnya,
ketika hati mati atau mengeras, ketika akalnya padam atau menyimpang, dan ia
kalah dalam peperangannya melawan setan, ketika itu banyak pintu kejahatan di
dalam dirinya sendiri dan setan mengalir di dalam diri anak Adam sebagaimana
aliran darah.” (hal.72)
4.
Sarana-sarana untuk membentengi diri dari masuknya setan
Setan
mendatangi manusia dari 10 pintu:
- Ambisi dan buruk sangka
- Kecintaan terhadap dunia dan
panjang angan-angan
- Keinginan untuk santai dan
bersenang-senang
- Bangga diri
- Meremehkan dan kurang
menghargai orang lain
- Dengki
- Riya’
- Kikir
- Sombong
- Tamak
6. SAYA
HARUS YAKIN BAHWA MASA DEPAN ADALAH MILIK ISLAM
Keyakinan
ini didorong oleh beberapa faktor:
- Rabbaniyyah Manhaj Islam
- Universalitas Manhaj Islam
- Elastisitas Manhaj Islam
- Kelengkapan Manhaj Islam
- Keterbatasan sistem-sistem
“wadh’iyyah”
PADA BAGIAN
KEDUA, penulis
menjelaskan tentang afiliasi terhadap gerakan Islam.
Ia menulis
sebagai berikut,
”Dasar untuk
mengaku sebagai aktivis pergerakan Islam adalah hendaknya pada diri seseorang
telah terwujud semua sifat dan karakteristik pengakuannya sebagai Muslim.
Inilah yang menjadikan pergerakan Islam memberikan perhatian terhadap
kaderisasi, agar muncul individu Muslim yang benar keislamannya, sebelum
menyiapkannya sebagai aktivis pergerakan.” (hal.83)
Karakteristik
yang harus dimiliki oleh setiap Muslim agar pengakuan keislamannya benar,
sebagai berikut:
- SAYA HARUS HIDUP UNTUK ISLAM
Manusia
terbagi menjadi tiga golongan:
- Golongan yang hidup untuk dunia. Kaum materialis. Oleh
Al-Qur’an, mereka disebut sebagai “dahriyin”.
Lenin, salah
seorang tokoh Komunis Rusia, pernah mengomentari pendapat seorang filosof
seperti ini, “Sesungguhnya, alam semesta ini tidak prenah diciptakan oleh Tuhan
atau manusia. Ia telah ada sejak semula dan akan tetap ada. Ia akan menjadi
obor yang hidup abadi, ia akan hidup dan padam mengikuti hukum-hukum tertentu.”
2. Golongan
yang tercampakkan di antara dunia dan akhirat. Mereka menjalankan agama
secara ritual, formalitas belaka. Akan tetapi keyakinannya goyah.
3. Golongan
yang menganggap dunia sebagai lahan bagi kehidupan akhirat.
”Dan
tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan
sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka
tidakkah kamu memahaminya?” (Al-An’am: 32)
Bagaimana
saya hidup untuk Islam?
- Mengetahui tujuan hidup
- Mengetahui nilai-nilai dunia
dibandingkan dengan akhirat
“Dunia
adalah penjara orang mukmin dan surga orang kafir” (HR.Muslim
3.
Menyadari bahwa kematian pasti datang dan mengambil pelajaran darinya
”Kubur
adalah satu taman diantara taman-taman surga atau satu parit di antara
parit-parit neraka.” (HR.Thabrani
4.
Mengetahui hakikat Islam
5.
Mengetahui hakikat jahiliyah
Rasulullah
berkata, ”Barangsiapa mempelajari bahasa suatu kaum, maka ia akan aman dari
tipu daya mereka.”
2.
SAYA HARUS MEYAKINI KEWAJIBAN MEMPERJUANGKAN ISLAM
Memperjuangkan
Islam adalah wajib. Hal ini bisa dilihat dari beberapa sudut pandang:
- Kewajibannya sebagai prinsip
- Kewajibannya sebagai hukum
- Kewajiban menegakkan Islam
sebagai kebutuhan darurat
- Kewajiban secara individu dan
kolektif
- Barangsiapa berjihad,
sesungguhnya ia berjihad untuk dirinya sendiri
3.
PERGERAKAN ISLAM; MISI, KARAKTERISTIK, DAN PERLENGKAPANNYA
- Misi Pergerakan Islam. Tegaknya
agama ALLAH di muka bumi.
- Karakteristik dasar pergerakan
Islam:
- Rabbaniyyah (Ketuhanan)
- Pergerakan independen
- Pergerakan progressif
- Pergerakan komprehensif
- Menjauhi Perselisihan fiqih
3.
Spesifikasi Gerakan Islam
- Jauh dari kekuasaan para
penguasa dan politikus, walau di antara anggotanya ada yang menjadi
penguasa dan politikus
- Memiliki tahapan dalam
dakwahnya. Imam Hasan Al-Banna, dalam Risalah Ta’alim, menjelaskan bahwa
dakwah ini memiliki tiga tahapan: ta’rif (pengenalan), takwin
(pembentukan), dan tanfidz (pelaksanaan).
Tahapan
Ta’rif :
Menyebarkan
fikrah umum kepada masyarakat, sarananya adalah pengajian dan bimbingan,
pendirian lembaga-lembaga yang bermanfaat, serta sarana-sarana operasional
lainnya.
Tahapan
Takwin :
Menyaring
unsur-unsur yang baik untuk memikul beban-bedan jihad dan membentuk sinergi
satu sama lain. Aturan dakwah dalam tahapan ini adalah sufi murni dilihat dari
aspek spiritual dan militer murni dilihat dari aspek operasional. Pada tahapan
ini tidak ada yang berhubungan dengan dakwah selain orang yang memiliki
kesiapan sejati untuk memikul beban-beban jihad yang panjang dan banyak
tanggungjawab. Tanda-tanda pertama kesiapan adalah ketaatan yang penuh.
Tahapan
Tanfidz :
Dakwah pada
tahapan ini berupa jihad tanpa kompromi, aktivitas berkesinambungan dalam
rangka mencapai tujuan, serta ujian dan cobaan yang tidak mungkin mampu
bersabar menghadapinya selain orang-orang yang tulus. Tidak ada yang menjamin
kesuksesan dalam periode ini selain ketaatan yang penuh pula.
- Mengutamakan aktivitas dan
produktivitas ketimbang klaim dan propaganda
- Mengatur napas yang panjang
- Nyata dalam aktivitas, rahasia
dalam organisasi
- Uzlah kejiwaan, bukan fisik
- Tujuan tidak menghalalkan
segala cara
4.
Perlengkapan Pergerakan Islam
- Memiliki keimanan yang kuat
- Meyakini jalan yang mereka
tempuh, keistimewaan dan kebaikannya
- Meyakini persaudaraan serta
hak-hak dan kesakralannya
- Meyakini agung dan besarnya pahala
- Meyakini akan diri sendiri
4.
SAYA HARUS MENGETAHUI JALAN PERJUANGAN ISLAM
Imam Syahid
Hasan Al-Banna, dalam Majmu’atur Rasail , melukiskan potret pejuang Islam
sebagai berikut:
”Wahai para
ikhwan, kalian bukanlah organisasi sosial, bukan partai politik, bukan pula
organisasi domestik yang memiliki keterbatasan tujuan. Tetapi kalian adalah ruh
baru yang mengalir di dalam hati sanubari umat ini, kemudian dihidupkan oleh
ALLAH dengan cahaya Al-Quran. Kalian adalah cahaya baru yang bersinar terang,
yang akan memorak-porandakan kegelapan hidup hedonistis dengan makrifatullah.
Ketahuilah, kalian adalah suara yang bergaung keras dengan menggemakan seruan
Rasulullah Saw.”
5. SAYA
HARUS MENGETAHUI DIMENSI AFILIASI SAYA KEPADA PERGERAKAN ISLAM
- Afiliasi dalam akidah
- Afiliasi dalam tujuan
6. SAYA
HARUS MENGETAHUI POROS-POROS PERJUANGAN ISLAM
Tiga Poros
Perjuangan Islam :
- Kejelasan tujuan
- Kejelasan jalan
- Komitmen terhadap jalan Rasul
Saw.
Posisi
Kekuatan Fisik dalam Strategi Pergerakan Rasulullah berkata,
”Mukmin yang
kuat itu lebih dicintai ALLAH daripada mukmin yang lemah.” (HR.Muslim)
7. SAYA
HARUS MENGETAHUI PERSYARATAN BAIAT DAN KEANGGOTAAN
Beberapa hal
yang perlu diperhatikan adalah:
- Kualitas bukan kuantitas
- Baiat dan hukumnya
- Ketaatan dan hukumnya
- Rukun-Rukun baiat
- Kewajiban-Kewajiban Akhi Muslim.
Sumber: Nuranisafa's Blog.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar