Kita bisa merasakan sejuk kalau kita sudah
merasakan panas. Kita baru bisa merasakan nikmatnya sehat kalau sudah merasakan
sakit. Kita baru bisa merasakan nikmatnya gaji kecil ketika sudah tidak punya
uang. Kita baru merasakan nikmatnya memiliki pekerjaan kalau kita sudah pernah
menjadi pengangguran. Kita baru merasakan nikmatnya makan nasi putih meskipun
cuma pakai kerupuk dan sambel apabila kita sedang sangat lapar. Kita baru
merasakan nikmatnya libur setelah kita kerja keras.
Kita sudah mulai kebal rasa.
Itulah mengapa Allah selalu mepergilirkan
segalanya, membolak-balikkan segalanya, memutar-mutar segalanya. Malam menjadi
siang dan siang menjadi malam. Tawa menjadi tangis dan tangis menjadi tawa.
Yang terhina menjadi mulia dan yang mulia menjadi terhina. Semua dalam satu
bilangan genap yg berpasang-pasangan.
Semua ini adalah kasih sayang Allah, agar "
hati " kita peka sehingga mampu merasakan perbedaan antara pahit dan
manis. Agar manusia selalu sadar atas semua nikmat yang Allah berikan.
" Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan
tidak menghendaki kesukaran bagimu dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya,
dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk Nya yang diberikan
kepadamu,
supaya kamu bersyukur ".
( Al Baqarah 185 )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar