Minggu, 06 Mei 2012

Muhasabah Kehidupan




Kita bisa merasakan sejuk kalau kita sudah merasakan panas. Kita baru bisa merasakan nikmatnya sehat kalau sudah merasakan sakit. Kita baru bisa merasakan nikmatnya gaji kecil ketika sudah tidak punya uang. Kita baru merasakan nikmatnya memiliki pekerjaan kalau kita sudah pernah menjadi pengangguran. Kita baru merasakan nikmatnya makan nasi putih meskipun cuma pakai kerupuk dan sambel apabila kita sedang sangat lapar. Kita baru merasakan nikmatnya libur setelah kita kerja keras.
Kita sudah mulai kebal rasa.

Itulah mengapa Allah selalu mepergilirkan segalanya, membolak-balikkan segalanya, memutar-mutar segalanya. Malam menjadi siang dan siang menjadi malam. Tawa menjadi tangis dan tangis menjadi tawa. Yang terhina menjadi mulia dan yang mulia menjadi terhina. Semua dalam satu bilangan genap yg berpasang-pasangan.

Semua ini adalah kasih sayang Allah, agar " hati " kita peka sehingga mampu merasakan perbedaan antara pahit dan manis. Agar manusia selalu sadar atas semua nikmat yang Allah berikan. 

" Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya, dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk Nya yang diberikan kepadamu,
supaya kamu bersyukur ". 
( Al Baqarah 185 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KOMITMEN MUSLIM SEJATI – FATHY YAKAN Komitmen Muslim Sejati karya Fathi Yakan ini terbagi dalam dua bagian. Bagian pertama memaparkan ...