Senin, 27 Mei 2013

Catatan Seorang Teman untukku


"Senyum yang hangat adalah bahasa
universal sebuah kebaikan" - William
Arthur Ward

Dear Wiwi yang murah senyum,
Tersenyumlah, setiap kali Anda
membuka mata di pagi hari.
Tersenyumlah untuk hari baru, harapan
baru dan berkah baru.
Meskipun Anda sedang punya masalah,
Anda selalu punya sejuta alasan untuk
tersenyum. Karena jika Anda hitung,
berkah Tuhan pasti lebih banyak
daripada masalah yang datang kepada
Anda.

Wiwi tersenyumlah, karena kemana pun
Anda pergi, atau apapun bahasa yang
diucapkan orang, setiap orang di
semua budaya dan negara ini mengerti
dan merespon untuk sebuah bahasa
universal:  senyum... :-)
Senyum menciptakan koneksi dengan
orang yang asing sekali pun, yang
tidak berbicara dalam bahasa kita.
Senyum juga menular. Begitu Anda
tersenyum pada orang lain, ia akan
tersenyum balik kepada Anda.

Wiwi tersenyumlah, karena senyum Anda
akan merangsang munculnya
hormon-hormon seratonin, dopamine dan
hormon-hormon lainnya yang memberikan
rasa senang dan bahagia kepada Anda.
Senyum Anda juga dapat memperkebal
sistem imun tubuh, mengurangi stress,
menurunkan tekanan darah dan
meningkatkan citra positif Anda.

Wiwi tersenyumlah, senyum manis Anda
yang akan dikenang orang lain dan
menghibur orang-orang yang Anda
kasihi.

Wiwi tersenyumlah, karena senyum itu
pun mudah dan gratis :-)

Menjadi Pemimpin yang baik

"Pemimpin sejati melayani. Melayani
orang-orang. Melayani minat terbaik
mereka. Dalam memimpin, mereka tidak
selalu bertindak populer, dan tidak
juga selalu mengesankan. Tetapi
pemimpin sejati selalu dimotivasi
oleh kepedulian kasih dibandingkan
hasrat kejayaan pribadi dan mereka
pun bersedia membayar harganya" -
Eugene B. Habecker 

Pemimpin yang baik,
Memimpin yang efektif bukanlah
mengenai bagaimana memerintah anak
buah. Semua orang pun bisa melakukan
hal itu jika diberi kekuasaan.
Memimpin yang efektif adalah sebuah
seni melayani. Pemimpin yang memiliki
banyak pengikut adalah pemimpin yang
melayani.
Menurut pakar kepemimpinan John C.
Maxwell, untuk menjadi orang besar
kita harus mau menjadi yang paling
kecil dan juga pelayan bagi orang
lain.
Layanilah orang lain dengan melakukan
apa yang kita minta lakukan pada
orang lain. Bersedia menyingsingkan
lengan baju kita untuk bekerja.
Otomatis Anda akan menjadi contoh
bagi karyawan atau pengikut Anda.
Dengarkan aspirasi karyawan Anda dan
berempatilah pada mereka. Empati Anda
akan menimbulkan rasa hormat mereka
terhadap Anda, serta memberikan
pertumbuhan pada diri Anda dan
pengikut Anda. 
Jadilah mentor mereka. Menjadi mentor
adalah bagaimana kita mengubah
seseorang menjadi seseorang yang
lebih baik lagi.
Fokuslah juga pada solusi
permasalahan, bukan pada kesalahan
karyawan Anda. Formulasikan rencana
tindakan Anda untuk mengatasinya.
Jika Anda ingin menjadi pemimpin pada
tingkat tertinggi, bersedialah
melayani orang yang paling rendah.  

Sabtu, 20 April 2013

SEPULUH PINTU SYETAN

SEPULUH PINTU SYETAN

Seorang sholihin berkata,  “Aku memperhatikan dan memikirkan dari pintu mana syetan masuk ke dalam diri manusia. Ternyata ia masuk melalui sepuluh pintu :

Pertama, Serakah dan buruk sangka. Maka aku melawannya dengan sifat qona’ah (merasa cukup dengan apa yang ada) dan sikap percaya (yakin).

Kedua, cinta kehidupan dan panjang cita-cita. Maka aku melawannya dengan rasa takut maut menjemput secara tiba-tiba.

Ketiga, ingin hidup santai dan serba nikmat. Maka aku melawannya dengan hilangnya kenikmatan dan perhitungan yang pahit.

Keempat, ujub (bangga diri). Maka aku melawannya dengan kesadaran bahwa semua yang ada adalah anugerah dari Allah dan dengan rasa takut akan akibat yang akan terjadi.

Kelima, Meremehkan dan kurang menghormati orang lain. Maka aku melawannya dengan mengetahui hak dan kehormatan mereka.

Keenam, dengki. Maka aku melawannya dengan qona’ah dan puas dengan apa yang Allah bagikan kepada makhluk-Nya.

Ketujuh, riya dan senang dipuji orang. Maka aku melawannya dengan ikhlas.

Kedelapan, kikir. Maka aku melawannya dengan kesadaran akan binasanya apa-apa yang ada di tangan makhluk dan kekalnya apa-apa yang ada di sisi Allah swt.

Kesembilan, sombong. Maka aku melawannya dengan sifat tawadlu (rendah hati).

Kesepuluh, tamak. Maka aku melawannya dengan tsiqoh (yakin) terhadap apa yang ada pada sisi Allah dan zuhud (meninggalkan apa yang ada pada manusia).

Sumber: Islamedia_Disadur dari buku Komitmen Muslim kepada Harokah, Fathi Yakan.

Jumat, 19 April 2013

8 Penyebab anak berperilaku keras kepala dan suka melawan orangtua

1. Sikap otoriter orangtua, yaitu orangtua terlalu menekan atau memaksa anak untuk menuruti semua kenginannya tanpa melihat kondisi dan kemampuan anak. Orangtua bersikap otoriter kepada anak biasanya karena mereka merasa serbatahu apa yang terbaik untuk anak dan apa yang harus dilakukan anak. Orangtua meyakini bahwa untuk berhasil dalam membimbing, mengarahkan perilaku, dan mendidik anak sehingga menjadi anak yang baik diperlukan cara-cara yang tegas dan keras. Anak yang merasa terus ditekan atau dipaksa dan merasa tidak mampu memenuhi semua keinginan orangtua pada akhirnya akan menunjukkan sikap melawan.

2. Berbicara kepada anak di saat yang tidak tepat. Kerap kali terjadi, misalnya orangtua meminta anak melakukan sesuatu, padahal anak tengah asyik bermain atau menikmati aktivitas kesukaannya. Anak pun merasa terganggu dengan permintaan orangtuanya tersebut. Dalam kondisi seperti ini, anak biasanya akan mengabaikan permintaan orangtuanya, menunda melaku¬kannya, atau langsung menolaknya. Jika orangtua terus memaksa, sangat mungkin akan terjadi ketegangan atau konflik dengan anak.

3. Anak sangat menginginkan sesuatu, tetapi orangtuanya tidak dapat memenuhi keinginan tersebut. Anak pun kemudian menunjukkan perilaku keras kepala atau suka melawan orangtua. Anak melakukan ini untuk mencari perhatian orangtua dan sebagai cara untuk menyampaikan protes. Anak berharap dengan perubahan perilaku yang ditunjukkannnya, orangtua mau memenuhi keinginannya.

Selasa, 16 April 2013

Karakter Orang Menurut Golongan Darah.

Golongan darah A

1. Biasanya orang yang bergolongan darah A ini berkepala dingin, serius, sabar dan kalem atau cool, bahasa kerennya.

2. Orang yang bergolongan darah A ini mempunyai karakter yang tegas, bisa di andalkan dan dipercaya namun keras kepala.

3. Sebelum melakukan sesuatu mereka memikirkannya terlebih dahulu. Dan merencanakan segala sesuatunya secara matang. Mereka mengerjakan segalanya dengan sungguh-sungguh ­ dan secara konsisten.

4. Mereka berusaha membuat diri mereka sewajar dan ideal mungkin.

5. Mereka bisa kelihatan menyendiri dan jauh dari orang-orang.

6. mereka mencoba menekan perasaan mereka dan karena sering melakukannya mereka terlihat tegar. Meskipun sebenarnya mereka mempunya sisi yang lembek seperti gugup dan lain sebagainya.

7. Mereka cenderung keras terhadap orang-orang yang tidak sependapat. Makanya mereka cenderung berada di sekitar orang-orang yang bertemperamen sama.

Golongan darah B

1. Orang yang bergolongan darah B ini cenderung penasaran dan tertarik terhadap segalanya.

2. Mereka juga cenderung mempunyai terlalu banyak kegemaran dan hobby. Kalau sedang suka dengan sesuatu biasanya mereka menggebu-gebu namun cepat juga bosan.

3. Tapi biasanya mereka bisa memilih mana yang lebih penting dari sekian banyak hal yang di kerjakannya.

4. Mereka cenderung ingin menjadi nomor satu dalam berbagai hal ketimbang hanya dianggap rata-rata. Dan biasanya mereka cenderung melalaikan sesuatu jika terfokus dengan kesibukan yang lain. Dengan kata lain, mereka tidak bisa mengerjakan sesuatu secara berbarengan.

5. Mereka dari luar terlihat cemerlang, riang, bersemangat dan antusias. Namun sebenarnya hal itu semua sama sekali berbeda dengan yang ada di dalam diri mereka.

6. Mereka bisa dikatakan sebagai orang yang tidak ingin bergaul dengan banyak orang.

Minggu, 22 Juli 2012

Kisah Sahabat Nabi: Bilal bin Rabah, Sang Muadzin Rasulullah

Menara Masjid Nabi, ilustrasi
REPUBLIKA.CO.ID, Menyebut nama Bilal bin Rabah, kita pasti terbayang kisah keteguhan hati seorang Muslim sejati. Betapa tidak. Saat umat Islam masih berjumlah sekian orang serta kekejaman yang diterima kaum Muslim, seorang budak berkulit kelam bertekad bulat dan mengikrarkan diri beriman kepada Allah SWT.

Nama lengkapnya Bilal bin Rabah Al-Habasyi. Ia berasal dari negeri Habasyah, sekarang Ethiopia. Ia biasa dipanggil Abu Abdillah dan digelari Muadzdzin Ar-Rasul. Bilal lahir di daerah as-Sarah sekitar 43 tahun sebelum hijrah. Ia berpostur tinggi, kurus, warna kulitnya cokelat, pelipisnya tipis, dan rambutnya lebat.

Ibunya adalah hamba sahaya (budak) milik Umayyah bin Khalaf dari Bani Jumuh. Bilal menjadi budak mereka hingga akhirnya ia mendengar tentang Islam. Lalu, ia menemui Rasulullah SAW dan mengikrarkan diri masuk Islam. Ia merupakan kalangan sahabat Rasulullah yang berasal dari non-Arab.

Dalam Tokoh-Tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah karya Syekh Muhammad Sa'id Mursi, dipaparkan bahwa Umayyah bin Khalaf pernah menyiksa dan membiarkannya di jemur di tengah gurun pasir selama beberapa hari. Di perutnya, diikat sebuah batu besar dan lehernya diikat dengan tali. Lalu, orang-orang kafir menyuruh anak-anak mereka untuk menyeretnya di antara perbukitan Makkah.

Sabtu, 21 Juli 2012

Puasa Ramadhan Bagi Penderita Diabetes


REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Yulia*_Bulan Ramadhan segera tiba. Bulan nan agung ini kita sambut dengan penuh suka cita. Bulan penuh kemuliaan ini ditandai dengan ibadah utama puasa fardlu selama satu bulan penuh yang dimulai dari saat fajar (waktu Imsyak) hingga saat terbenamnya matahari di kala Maghrib. Kita akan menahan lapar dan dahaga selama kurang lebih 14 jam lamanya. 

Puasa merupakan ibadah fisik dan batin yang sarat makna dan keberkahan, sehingga kehadiranya sangat dinantikan  oleh  kaum Muslimin di seluruh penjuru dunia. Hikmah berpuasa selama bulan Ramadhan ini adalah memantapkan ketundukan kita dalam komitmen takwa, sebagaimana diungkap dalam Alquran, surah  Al-Baqarah ayat 183:
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertakwa”; dan selanjutnya dalam ayat 185 yang bermakna: “...dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu...”.
 
Dalam ayat di atas disampaikan bahwa puasa Ramadhan pada hakikatnya merupakan kewajiban yang bersyarat yakni syarat imani dan jasadi. Syarat imani bermakna hanya orang-orang yang beriman saja yang dibebani taklif berpuasa. Sedangkan syarat jasadi adalah bagi mereka yang tidak memiliki halangan fisik yang diwajibkan untuk menjalankan puasa, sebagaimana firman Allah dalam Surah diatas.  

KOMITMEN MUSLIM SEJATI – FATHY YAKAN Komitmen Muslim Sejati karya Fathi Yakan ini terbagi dalam dua bagian. Bagian pertama memaparkan ...