Kamis, 13 Februari 2014

SEJARAH VALENTINE DAY , MAKSIAT BERBUNGKUS KASIH SAYANG

Oleh : Hj. Irena Handono

Meski nasihat-nasihat, imbauan-imbauan para ulama, ustadz-ustadzah tentang Valentine selalu didengungkan tiap bulan Pebruari, tapi ternyata masih banyak orang tua para remaja yang masih berpemahaman salah tentang Valentine’s Day. Valentine hanya dianggap sebagai budaya remaja modern saja. Padahal ada bahaya besar di balik Valentine yang siap menerkam para remaja. Ini yang tidak disadari para orang tua.

Tiap bulan Pebruari remaja yang notabene mengaku beragama Islam ikut-ikutan sibuk mempersiapkan perayaan Valentine. Walau banyak ustad-ustazah memperingatkan nilai-nilai akidah Kristen yang dikandung dalam peringatan tersebut, namun hal itu tidak terlalu dipusingkan mereka. "Aku ngerayain Valentine kan buat fun-fun aja...." begitu kata mereka.

Selasa, 11 Februari 2014

In Sya’a Allah, Bukan Insya Allah

Hal yang hendaknya disyukuri, banyak sekali ungkapan Islam yang sudah menjadi budaya dalam ucapan dan perbuatan umat Islam Indonesia. Di antara ungkapan yang sudah lumrah adalah kata “in sya’a Allah”.
Ungkapan ini terdiri 3 kata: in, sya’a, dan Allah. In artinya jika, dan sya’a artinya berkehendak. Sehingga maksudnya adalah untuk menggantungkan rencana, bahwa rencana melakukan sesuatu hanya akan terlaksana jika sesuai dengan kehendak Allah swt. Hal yang sama juga terkandung dalam ungkapan bi idznillah yang artinya “jika Allah swt. menghendakinya”, bukan “jika Allah swt. membolehkannya, mengijinkannya,” karena boleh-tidaknya sesuatu sudah jelas dalam hukum Islam, bukan sesuatu yang misterius.

Imam Hasan Al-Banna, Ustadzul Alam, dalam Cita Petani

Telah sering dikatakan bahwa Rasulullah adalah seorang penggembala yang baik, pedagang yang baik, kepala keluarga yang baik, panglima perang yang baik dan pemimpin negara yang baik. Namun satu hal yang mengganjal bagi para petani ketika disebutkan bahwa Rasulullah bukanlah petani yang baik.
Pandangan demikian bisa jadi berangkat dari sebuah kisah tentang Rasulullah dan penyerbukan kurma. Tetapi dari kejadian tersebut terpetik sebuah pelajaran yang sangat berharga bagi kemaslahatan umat manusia. Dari ungkapan “Engkau lebih mengetahui urusan duniamu,” terlahir kaidah yang menempatkan dengan proporsional kerasulan Beliau Shalallahu alaihi wassalam dengan tugas kekhalifahan yang diemban umat manusia dalam upayanya memakmurkan bumi.

Berjuanglah untuk Islam Walau Anda Pelaku Maksiat

 Apa yang kau anggap atas dirimu sendiri? Begitu banyakkah dosa dan noda? Ketahuilah, setiap manusia –siapa pun dia- juga memiliki kesalahan, dan sebaik-baik manusia yang membuat kesalahan adalah yang mau bertaubat. Mari jadilah yang terbaik…
Saudaraku …
Apa yang menghalangimu membela agamamu? Apa yang merintangimu beramal demi kejayaan Islam dan kaum muslimin? Dosa, noda, dan maksiat itu? Ketahuilah, jika kau diam saja, tidak beramal karena merasa belum pantas berjuang, masih jauh dari sempurna, maka daftar noda dan maksiat itu semakin bertambah. Itulah tipu daya setan atas anak Adam, mereka menghalangi manusia dari berjuang dan hidup bersama para pejuang, dengan menciptakan keraguan di dalam hati manusia dengan menjadikan dosa-dosanya sebagai alasan.
Saudaraku …
Hilangkan keraguanmu, karena Rabbmu yang Maha Pengampun telah berfirman:
إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ
Sesungguhnya kebaikan-kebaikan akan menghapuskan keburukan-keburukan. (QS. Hud: 114)

Sabtu, 25 Januari 2014

KESABARAN KUNCI KESUKSESSAN

Anda boleh memiliki semua nilai-nilai positif dan kondisi kondusif untuk meraih sukses

Anda berpengetahuan luas, kerja keras, jenius, ulet, punya skill, manajemen waktu yang baik, Public Relation yg bagus, mendapat peluang dan dukungan orang banyak,
namun jika anda tidak memiliki kesabaran, Anda tidak akan bisa sukses selamanya!... selamanya disini, artinya terus berlangsung dan berlanjut tiada henti.

jika kita bertanya kepada semua orang, mau sukses? "mau", mau berapa lama suksesnya terkadang ini tidak ditanyakan. inilah rahasia sukses yang berkelanjutan. Sabar.

Jumat, 20 Desember 2013

Husnu-Zhan: Berkeyakinan, bukan Berpasangka baik

Kesalahan dalam mengartikan sebuah istilah dalam Al-Qur’an, bisa membuat kesalahan persepsi, yang berujung pada kesalahan dalam mengamalkannya. Oleh karena itu, hendaknya kita memahami istilah tersebut sesuai dengan ketentuan yang benar.
Fenomena sangat sulitnya mendapatkan kepercayaan dari orang lain saat ini, hendaknya membuat kita bertanya, apakah hal tersebut disebabkan kesalahan kita dalam memahami istilah “husnu-zhan”? Karena, walaupun Allah swt. telah memerintahkan husnu-zhan, banyak umat Islam yang menyepelekan.
Makna Husnu-Zhan dan Su’u-Zhan
Dalam bahasa Arab, “zhan” bermakna hal yang diketahui dari tanda-tanda. Seperti orang yang mengatakan, “Akan turun hujan,” setelah dia melihat langit mendung. Tidak ada kepastian akan turun hujan. Perkataan itu hanyalah kesimpulan yang diambil dari tanda-tanda.

Lima Cara Sederhana Menghadapi Cobaan Hidup.


1.  Siap menerima suatu cobaan
Kita terkadang lupa bahwa pangkal dari masalah kita bukan masalah itu sendiri, tetapibagaimana menyikapi/menerima suatu cobaan. Seperti menghadapi suatu ujian. Apabila kita mempersiapkan diri kita sebaik-baiknya, maka umumnya kita akan mendapatkan hasil yang baik pula. Tetapi kita juga harus ingat bahwa tidak semua yang kita inginkan akan terwujud. Oleh karena itu, kita harus siap pula dengan kegagalan dan jangan hanya siap dengan kesuksesan. Semakin siap kita untuk menghadapi suatu kegagalan, semakin ringan masalah tersebut akan dirasakan oleh kita. Mulailah dengan niat yang baik, ikhtiar semampu kita, tapi jangan terkunci oleh keinginan dan nafsu kita, serahkan semuanya kepada Allah SWT.

KOMITMEN MUSLIM SEJATI – FATHY YAKAN Komitmen Muslim Sejati karya Fathi Yakan ini terbagi dalam dua bagian. Bagian pertama memaparkan ...