Selasa, 10 Juli 2012

HATI YANG BERSINAR DENGAN NUR ILAHI


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Hati manusia diibaratkan bagaikan cermin yang mampu memantulkan cahaya yang jatuh diatasnya. Cermin yang dihadapkan pada sumber cahaya seperti matahari akan memantulkan kembali cahaya matahari tersebut, hingga ia akan bersinar terang bagaikan matahari pula. Namun jika cermin itu dipenuhi debu, kotoran dan berbagai noda hitam yang tidak pernah dibersihkan, cermin itu akan menjadi gelap pekat hingga tidak mampu memantulkan cahaya matahari yang jatuh diatasnya. Demikian pula jika cermin itu dipalingkan menyamping atau membelakangi matahari, maka cermin tersebut juga tidak akan mampu memantulkan sinar matahari yang jatuh diatasnya.

Demikian pula halnya dengan hati manusia, setiap saat Allah menyinari hati manusia dengan Nur (Cahaya) Nya. Ada hati yang mampu memantulkan cahaya Ilahi itu dan bersinar terang menerangi diri dan lingkungannya, namun banyak pula hati yang tidak mampu memantulkan Nur Ilahi yang datang padanya. Hati tersebut gelap pekat, membawa kegelapan bagi diri dan lingkungannya. Allah telah mengunci mati hati yang gelap pekat tersebut sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Baqarah ayat 7 :

Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. (Al Baqarah 7)

Ada dua hal yang menyebabkan hati manusia gelap pekat tidak mampu memantulkan cahaya Ilahi yang menyinari hatinya. 

SIAPA YANG AKAN MENYOLATKAN JENAZAHMU KELAK


Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

Apakah engkau sudah memilih orang-orang yang akan berdiri mengisi shaf-shaf di belakang jenazahmu, untuk menyolatkanmu?

Pertanyaan yang mungkin terdengar aneh dan membingungkan.

Apa mungkin kita memilih itu? Apakah kita pantas untuk memilih orang yang akan menyolatkan kita?

Jangan gusar saudaraku, sabar .. buka hatimu sebelum membuka mata dan telingamu!

Sudah menjadi kebiasaan, bahwasanya yang akan menyolatkan jenazahmu adalah orang-orang yang engkau cintai dan teman-temanmu, bukankah begitu?

Sekarang cobalah lihat orang-orang di sekelilingmu, lihatlah teman-teman dekatmu, siapa di antara mereka yang pantas untuk menyolatkanmu apakah si A atau si B, apakah dia memang pantas menyolatkanmu?

Saudaraku,

Janganlah menutup mata dari realita yang ada dan jangan sumbat telingamu dari nasehat yang berharga. Bisa jadi kenyataan yang ada memang pahit dan nasehat yang akan engkau dengar menyakitkan. Lapangkanlah dadamu semoga Allah Ta’ala memberkahimu.

☺★ Selektif Memilih Calon Suami ★☺

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sahabat/Saudara Fillah,,,,
Apa yang menjadi kriteria anda saat memilih calon pasangan anda? Apakah karena penampilan fisiknya, hartanya, kepribadiannya, atau mungkin karena ibadahnya?

Jika kita perhatikan, sekarang ini orang memilih calon pendamping hidupnya dari sudut pandang dunia semata. Lihat saja, berapa banyak orang yang memilih pasangannya berdasarkan parasnya, hartanya, dan bahkan ada juga orang yang memilih karena popularitasnya. Padahal, semua itu tidak dapat menjamin kebahagiaan dalam rumah tangga yang akan mereka lalui di kemudian hari. Terbukti, banyak sekali mahligai rumah tangga yang berakhir di tengah jalan karena masalah yang sepele.

Sebagai seorang muslim, maka pertimbangan paling utama bagi kita dalam memilih calon pemimpin keluarga adalah orang yang seiman dengan kita. Bahkan kalau bisa, calon pemimpin keluarga memiliki ilmu agama yang lebih dibandingkan istrinya. Sebab mereka yang akan memegang kendali dalam rumah tangganya. Layaknya sebuah kapal, seorang kepala keluarga harus membawa keluarganya selalu berada di jalan Allah SWT.

Lantas apa saja pertimbangan yang harus dilakukan oleh seorang wanita dalam memilih calon suaminya, agar dapat membentuk sebuah keluarga yang diridhoi Allah SWT, Insya Allah? Berikutbeberapa diantaranya:

Jumat, 29 Juni 2012

PROTOKOLER ISTANA MEMBUAT MURSI KAGET KARENA TERBIASA HIDUP SEDERHANA

Presiden Mesir terpilih Muhammad Mursi, seorang akademisi dan hidup sehari-hari secara sederhana, kini mengalami kerepotan. Ia harus mengubah cara hidupnya lantaran tuntutan protokol kepresidenan, terutama menyangkut keamanannya.Mursi tinggal di rumah kontrakan di distrik Tajamu’ al Khamis, Kairo baru. Mursi dan keluarganya hanya memiliki rumah di Zagazig, 100 kilometer arah timur Kairo. Mereka terpaksa mengontrak rumah di Kairo setelah Mursi menjadi ketua Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP), sayap politik Ikhwanul Muslimin, April tahun lalu.Mursi dan keluarganya yang memiliki dasar agama sangat kuat dan amat disiplin dalam beribadah bersikeras selalu shalat di masjid meskipun telah menjadi presiden.Mursi terkejut setiap akan shalat subuh di masjid dekat rumahnya, melihat pengamanan sangat ketat dari pasukan pengawal presiden. Jalan-jalan di sekitar rumahnya diawasi petugas yang siaga. Bahkan, jalan-jalan sekitar rumah Mursi ditutup ketika presiden terpilih itu lewat. Mursi pun mengeluhkan sistem pengamanan yang sangat ketat itu.

Kamis, 31 Mei 2012

Bahaya Lidah


“Tutur kata yang baik adalah sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sebuah rekaman shohih seorang manusia pilihan ALLAH..


Saudaraku…
Kali ini, izinkanlah kumenuliskan tentang sepotong daging merah yang lembut dan lentur, namun juga kusut dan berlumpur. Tentang pemberian indah dari ALLAH, namun juga penuh resah bila tak dipelihara. Ya, tentang sepotong daging merah ini, lembaran super kritis yang dimiliki tiap-tiap makhluk. Yang dimiliki tiap manusia, makhluk lemah yang kadang lupa berhati-hati menjaganya.


Saudaraku, ketahuilah, bahwa jembatan paling efektif menuju titik dasar hati adalah lembaran daging merah itu. Daging merah yang panjang dan tak berkayu. Ialah lidah, lembaran merah muda tempat bersemayam sepucuk akhlak bernama lisan.


Ialah lidah, daging merah sang jendela hati, jendela keadaan diri. Daging merah yang jalang. Bolehlah kusebut begitu bila ia tak dipelihara pemiliknya. Kebengisan dan kebuasan satu bagian tubuh penapak hidup, sudah lebih dari kuat ‘tuk menandingi kekuatan belati bercula dua. Tidak ada yang dapat lari dari kebengisannya. Tidak ada pula yang tak sakit karena kebuasannya. Ia terus mencari mangsa ‘tuk disayat-sayat dan dicaci maki. Ia terus mencari daging-daging lain ‘tuk berkolaborasi melukai darah beku bernama hati.


Duhai Saudaraku, kita semua adalah kandidat mayat, yang takkan pernah mampu menarik lontaran sindiran dan hinaan. Kita semua adalah calon penghuni kubur, yang takkan pernah mampu memutar waktu mengobati hati yang terluka karena kita.


“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokan)…” (Q.S. al-Hujurat: 11).


Duh, betapa manisnya hidup bila lidah mampu “dewasa”. Betapa sejuk pandangan umat bila kata-kata manis tertuturkan. Duhai, andai lidah ini bertulang dan melelahkan, takkan ada hati yang terluka karena pedang lembut ini.


Saudaraku yang kucintai karena ALLAH, mungkin kadang kita lupa, bahwa banyak manusia yang hanya mampu berkata manis & menjanjikan, namun tak sedikitpun muncul wujud nyata dr ucapannya. Banyak yang mampu berkoar-koar dengan hebat, menilai dengan lihai, namun tak sedikitpun ia pandang keadaan dirinya. Banyak yang mampu marah-marah buta, namun tak pernah sedikitpun dicobanya menjadi pendengar yang baik..


Apa yang ditemui selalu dicacati, dikomentari bertubi-tubi, bahkan semut pun risih karenanya. Apa yang didengar selalu ditularkan, disebarkan tak kenal telinga, melukai hati yang digunjingkan. Seakan-akan tak ada waktu jika daging merah itu tak menari. Seandainya lidah ini bisa “bicara”, niscaya ia akan mengeluh, “Ya Tuanku, aku lelah terus menggeliat-geliat.”


Bolehlah kita simak teguran indah dari sang manusia agung:
“Taqwa itu berada berada di sini, beliau (Rasululloh) menunjuk dadanya tiga kali. Cukuplah seorang (muslim) dianggap (melakukan) kejahatan karena melecehkan saudara muslimnya. Setiap muslim atas muslim yang lain haram darahnya, hartanya dan kehormatannya.” (HR. Muslim)


Aih, indah sekali. Beliau menunjuk dadanya tiga kali. Pertanda betapa beliau sangat peduli. Salah satu bentuk peduli yang beliau ajarkan adalah mengendalikan amunisi paling ampuh untuk membunuh hati manusia, yakni lembaran daging merah itu.


Tak perlulah kuceritakan betapa banyak contoh kegagalan hidup karena ketidakhati-hatian sang pemilik lidah mengoperasikan pemberian indah dari ALLAH. Betapa banyak manusia yang dipenjara karena lidahnya, yang dikucilkan karena lidahnya, dan yang dibunuh karena lidahnya pula. Memang, tanpa lidah tak ada yang bisa kita katakan, tapi karena kecerobohan kita, satu umat pun bisa membenci kita jika lidah ini tidak berhati-hati.


Duhai..
Bila belum kita bercermin, alangkah manisnya jika kita tidak mencela yang lain. Bila belum sanggup kita dicaci, alangkah indahnya jika kita tidak memaki. Bila belum mampu menepati janji, alangkah baiknya bila kita berhenti berkoar-koar. Percayalah, akhiy wa ukhtiy, tidak ada ruginya menjaga daging merah muda ini. Insya ALLAH..


Bila kau tanya apa yang paling mengerikan dan mematikan di dunia ini. Bila kau tanya pedang apa yang paling tajam dan mampu menggorok apapun sekali tebas. Izinkanku mengingatkan ana pribadi, engkau, dan saudara seakidah. Ialah lidah, sepotong daging merah yang meninggali mulut tiap-tiap makhluk tak bersyukur..


Semoga ALLAH senantiasa memberi petunjuk-Nya pada kita. Aamiin..


Wassalaamu’alaykum warohmatulloh wabarokaatuh.


“Muslim yang terbaik adalah muslim yang membuat muslim lainnya selamat (merasa aman) dari gangguan lisan dan tangannya. (HR. Bukhari)




Maafkan aku bila ada hati yang tersakiti olehku


“ Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (Q.S. ‘Ali Imran: 159)


Sumber: fb_MZF

Kamis, 24 Mei 2012

Renungan Ukhuwah



Dan setiap persahabatan seorang saudara dengan yang lainnya, sekuat apapun, sedekat, seakrab dan semesra apapun, pada akhirnya di hari kiamat nanti tetaplah akan putus. Bahkan berubah menjadi saling memusuhi. Kecuali bila yang bersaudara dekat ,bersahabat akrab adalah orang-orang yang bertaqwa. Sebagaiman firman ALLAH SWT dalam Surat Az-Zukhruf : 67 “ Teman –teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.”
Bahkan kelak di akhirat, orang-orang yang berinteraksi yang saling mencintai karena ALLAH akan mendapatkan perlakuan khusus. Yakni...
“Akan benar-benar mendapat kecintaan-Ku , mereka yang saling mencintai karena Aku, mereka yang saling berinteraksi karena Aku, mereka yang saling menasehati karena Aku, mereka yang saling berkunjung karena Aku, mereka yang saling berkorban karena Aku. Dan orang-orang yang saling mencintai karena AKU akan berada di atas mimbar – mimbar yang terbuat dari cahaya. Tempat itulah yang membuat iri para nabi orang-orang shidiq dan para syuhada.” (HR . Tarmidzi)

Dan..
“Manakah orang-orang yang saling mencintai karena aku? Ketahuilah sesungguhnya Aku melindungi mereka dengan perlindunganKU, di hari yang tiada perlindungan kecuali perlindunganKU.” (HR. Muslim)
 





(Sumber:fb_Motivasi)

Minggu, 13 Mei 2012

UNTUKMU SAUDARIKU SAHABATKU


Saudariku.... Senyum tawa riang canda menghiasi kasih sayang kita
Derai air mata terkadang mengiringi kebersamaan kita
Segala dayaku takkan ku ragukan ketulusanmu padaku, dirimu sangat berarti bagiku
Tak akan ku sia-siakan kau dlm hidup ini.

Saudariku..... genggam erat tangan ini untuk saling menguatkan hati, saling menasihati, saling mengingatkan dikala alfa, saling membantu dikala susah.
SdriQ... tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Tak teringat lagi telah berapa lama kita berkumpul dalam persaudaraan ini. Semangatmu, tutur katamu, tatapanmu dan juga senyummu sering menjadi cermin bagiku tuk tetap tegar dalam melangkah di jalan ini. Kebahagiaan yang kau rasakan adalah kebahagiaanku juga, kesedihanmu adalah kesedihanku dan  lemahnya dirimupun dapat melemahkan diriku.

Aku selalu ingat akan sala satu Riwayat Rasulullah: “Orang mukmin itu ibarat satu tubuh, apabila ada anggota tubuhnya sakit maka seluruh tubuh akan merasakan sakitnya.” 
Dalam riwayat yang lain juga dikatakan:” Tidak beriman seseorang dari kalian hingga dia mencintai saudaranya seperti dia mencintai dirinya sendiri.


Aku ingin meraih Manis & Indahnya ukhuwah itu...... karena Manis & Indahnya Ukhuwah  Takkan lekang oleh waktu, takkan pudar oleh zaman...

SdriQ...Aku mencintaimu karenaNya semata...
SdriQ...Aku menyayangimu karenaNya semata... 
Betapa besar rasa ini.... sehingga tak dapat terlukiskan dengan kata-kata...
Sungguh ana uhibbuki fillah sdriQ......

Untukmu saudariku smoga ukhuwah ini dapat menghantarkan kita pada RidhoNya & mendapatkan naunganNya....
Semoga dengan ukhuwah ini dapat menghantarkan kita ke surgaNya...

Sebagaimana Janji Allah SWT: "Allah Ta’ala akan memberikan naunganNya pada saat tidak ada lagi tempat bernaung selain naunganNya, yaitu di padang Mahsyar kelak. Orang-orang yang mencintai dan bersaudara karena Allah, disediakan bagi mereka mimbar-mimbar dari cahaya.... Aamiin Ya Robbal alamiin...

****......Allah Ghouyatuna....****

Teruntuk sdriQ "RNT"

KOMITMEN MUSLIM SEJATI – FATHY YAKAN Komitmen Muslim Sejati karya Fathi Yakan ini terbagi dalam dua bagian. Bagian pertama memaparkan ...